Home » , , , » Mourinho, Antara Kembalikan Hegemoni Chelsea atau Justru Jadi Perusak

Mourinho, Antara Kembalikan Hegemoni Chelsea atau Justru Jadi Perusak

Written By blogger on Thursday, May 30, 2013 | 4:36 PM


Jose Mourinho akan kembali ke Stamford Bridge, tempat dimana delapan tahun silam ia mulai peruntungannya di Premier League atau Liga Inggris. Suka cita dirasakan suporter, pemain hingga petinggi klub.

Ya, Mourinho memang punya kesan mendalam dibenak para suporter The Blues. Pria asal Portugal ini menjadi orang yang sukses memberikan gelar Premier League setelah terakhir kali The Blues menjuarai kompetisi tertinggi di pentas domestik pada 1954/1955.

Di bawah rezim Mourinho yang didukung penuh sang taipan Roman Abramovich, Chelsea menjelma menjadi kekuatan menakutkan di Inggris. Bahkan, saat itu sepak terjang Mourinho di Chelsea mampu membuat manajer Manchester United Sir Alex Ferguson gigit jari.

Mourinho berhasil mempersembahkan dua trofi Premier League (2005, 2006), dua Piala Liga (2005, 2007) dan Piala FA (2007) selama menukangi Chelsea sebelum akhirnya didepak Abramovich pada 2008 karena gagal mempersembahkan trofi Champions League.

Sepeninggal Mourinho, Chelsea sempat limbung dan harus bongkar pasang manajer. Meski Chelsea sempat kembali menyabet trofi Premier League pada 2010 dan puncaknya mengamankan Si Kuping Besar pada 2012, namun Mou tetap jadi sosok favorit di Stamford Bridge.

Kini seiring dengan paceklik gelar di pentas Premier League, sangatlah wajar jika sosok Mourinho sangat dirindukan para suporter The Blues. Dan tak heran kehadiran manajer flamboyan ini akan disambut dengan penuh suka cita.

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Chelsea maupun Mourinho, namun media-media Inggris dan Spanyol telah ramai memberitakan bahwa manajer 50 tahun ini telah meneken kontrak selama 4 tahun di Stamford Bridge. The Blues harus mengeluarkan £40 juta (setara Rp592 miliar) untuk mendapatkan kembali The Special One.

"Sudah resmi Mourinho kembali melatih Chelsea lagi. Semua orang di klub senang dia kembali, klub, pemain, dan fans. Kami tidak sabar untuk menjalani musim depan. Kami yakin akan sangat menarik," kata sumber internal Chelsea kepada The Sun.

Pihak Chelsea kabarnya baru akan mempublikasikan kembalinya Mourinho ke Stamford Bridge pekan depan. Sebab, Mou saat ini masih harus memimpin Real Madrid pada satu pertandingan La Liga melawan Osasuna, Sabtu 1 Juni 2013.

Mourinho Potensi Rusak Chelsea


Kubu The Blues boleh pede dengan keyakinan mereka bahwa Mourinho akan mengembalikan hegemoni Chelsea di daratan Inggris. Namun, kedatangan Mourinho untuk kedua kali di kompetisi termegah Inggris ini tetap disertai beberapa tanggapan miring.

Adalah Wakil Presiden Barcelona, Carles Vilarrubi, yang justru menghawatirkan Chelsea di bawah rezim Mourinho. Menurut Vilarrubi, sosok Mourinho justru berpotensi menghancurkan Chelsea layaknya Real Madrid saat ini.

"Ini tak bagus bagi sepakbola Inggris. Chelsea mungkin berpikir mereka telah memiliki masa indah dengan dia (Mourinho) di masa lalu," kata Vilarrubi dilansir Soccerway.

"Tapi, Anda akan lihat Mourinho sesungguhnya sekarang. Jika dia masih berperilaku seperti saat di Spanyol, maka hanya akan ada hubungan tak menyenangkan. Sebuah kehancuran. Dan melihat usianya saat ini, tampaknya itu tak akan berubah," lanjut Vilarrubi.

Vilarrubi sendiri menegaskan, kritikan yang diarahkannya pada Mourinho bukan karena didasari ia menjadi pelatih klub rivalnya. Namun, Vilarrubi menganggap tingkah Mourinho di pentas La Liga memang memberikan pengaruh negatif.

"Anda dapat belajar hal-hal bagus dalam hidup dengan melihat sepakbola atau hanya sekedar sirkus atau opera. Tak ada hal bagus yang dia bawa dalam sepakbola. Dan dalam bentuk kultur, dia benar-benar perusak," ujar Vilarrubi.

Pengaruh negatif yang dibawa Mourinho itulah yang membuat Vilarrubi menyambut gembira saat mengetahui Mourinho meninggalkan Real Madrid dan La Liga. Musim ini, Madrid di bawah Mourinho gagal memberikan trofi dan justru disibukkan dengan konflik internal melawan beberapa pemain kuncinya.

Mourinho Bukan Pelatih Biasa


Sepak terjang Mourinho memang selalu menarik untuk disimak. Sosok yang mengawali kariernya sebagai penerjemah di Barcelona ini dianggap bukan pelatih biasa. Tak dapat dipungkiri, kontroversi-kontroversi dan aksi provokatif Mourinho telah sukses menyulap liga yang ia sambangi selalu berlangsung "meriah".

Tradisi "usil" Mourinho ini telah ada sejak ia menukangi FC Porto, klub yang dibawanya sukses merajai Eropa pada 2004. Tak sedikit para rivalnya sukses dibuat kebakaran jenggot dengan komentar-komentarnya. Mourinho selalu sukses menciptakan musuh-musuh dimanapun ia berada.

"Ia seperti orang rusak, tidak ada hubungan antara kenyataan dan harapan. Ia juga tak memiliki rasa hormat. Ketika Anda memberi kesuksesan kepada orang bodoh, maka mereka semakin bodoh dan tidak cerdas," kata manajer Arsenal Arsene Wenger saat bertukar pantun dengan Mou.

Namun, komentar paling pedas datang dari Direktur Catania, Pietro Lo Monaco, musuh yang sukses diciptakan Mourinho. "Mourinho itu sederhana saja, merupakan orang yang harus dikunyah di mulut," kata Lo Monaco saat perang kata dengan Mourinho di pentas Serie A.

Terlepas dari itu, Mou tak sekedar omong kosong. Ia berhasil membuktikan kualitasnya dengan prestasi yang mungkin akan sangat sulit disamai pelatih manapun. Mourinho menjadi satu-satunya pelatih yang sukses menaklukkan liga-liga terbaik Eropa.

Nah, tentu tak salah jika kita juga menyimak beberapa komentar unik Mourinho selama menjadi pelatih:

1. Membawa FC Porto juarai Champions League
"Satu hal yang ingin saya katakan, kami adalah tim terbaik saat ini. Dalam kondisi normal kami lebih bagus dari tim terbaik lainnya. Dalam kondisi normal, kami akan menjadi juara. Dalam kondisi tidak normal, kami juga akan menjadi juara."

2. Saat pertama kali datang ke Chelsea
"Tolong jangan sebut saya sombong. Saya juara Eropa dan saya kira saya merupakan The Special One atau orang yang amat khusus."

3. Menanggapi kepindahannya dari Porto ke Chelsea
"Bila saya ingin dilindungi dalam suasana bekerja yang baik, maka saya harus tinggal di Porto. Tapi saya ingin menjadi yang kedua setelah Tuhan di mata pendukung kami, kendati saya tidak pernah memenangi apa pun."

4. Mendapat tekanan dalam perburuan gelar liga 2006
"Bagi saya, tekanan merupakan semacam virus flu burung. Saya merasa lebih tertekan bersama angsa di Skotlandia. Itu tidak lucu dan saya lebih takut tentang itu ketimbang sepakbola."

5. Saat Chelsea ditahan imbang Tottenham
"Seperti kami sebut di Portugal, mereka membawa bus dan mereka menempatkan bus itu di depan mulut gawang."

6. Krisis cedera di Chelsea
"Rasanya seperti membawa selimut yang kekecilan di atas tempat tidur. Anda menarik selimut agar bagian atas badan hangat, tetapi di bagian kaki tetap kedinginan. Saya tidak bisa membeli selimut yang lebih besar karena pasar swalayan sudah tutup. Tapi saya tetap menggunakannya karena selimut itu terbuat dari bulu domba. Itu bukan selimut biasa."

7. Film tentang hidupnya
"Bila mereka membuat film tentang diri saya, saya kira mereka harus bisa meminta George Clooney untuk menggantikan saya. Ia aktor fantastik dan istri saya pun mengaku ia amat ideal."

8. Bersama Inter Milan
"Saya amat gembira di Inter. Saya tidak gembira di sepakbola Italia, karena saya tidak suka dan mereka juga tidak menyukai saya. Sederhana saja."

9. Mengomentari mantan pelatih Chelsea Claudio Ranieri
"Saya belajar bahasa Italia selama lima jam setiap hari dalam beberapa bulan agar dapat berkomunikasi dengan pemain, media, dan pendukung. Ranieri sudah lima tahun berada di Inggris tapi masih payah mengucapkan good morning dan good afternoon."

10. Setelah memenangi gelar La Liga bersama Real Madrid
"Menyukai saya atau tidak, saya merupakan satu-satunya orang di dunia yang memenangi tiga gelar liga penting. Jadi mungkin selain orang memanggil saya Special One, juga harus memanggil saya dengan julukan Only One."

11. Sebelum laga semifinal lawan Barcelona pada 2011
"Suatu hari, ia (Einstein) mengatakan salah satu kekuatan mekanik yang lebih kuat dari ketel uap, listrik, dan energi atom adalah kemauan. Apa yang dikatakan Albert itu bukan ucapan bodoh. Dengan kemauan, Anda bisa mencapai segala sesuatu."

12. Setelah kekalahan dari Borussia Dortmund
"Saya amat mencintai Inggris. Saya pun dicintai pendukung dan media. Mereka melayani saya dengan baik. Mereka memberi pujian ketika kami bagus dan mengkritik di saat kami membutuhkannya. Saya juga disukai klub-klub lain. Di Spanyol berbeda, sebagian orang tak menyukai saya."
Share this article :

Post a Comment

imagebam.com
 
Support : Bola Net1 | Bola indo | La Liga
Copyright © 2013. bolanet - All Rights Reserved
copyright berita bola,news bola berita bola
Proudly powered by Blogger